Facebook Twitter

Tokyo Jihen

Recent members:
Shiina Ringo (Vocal and rhythm guitar)
Kameda Seiji (Bass)
Hata Toshiki (Drum and percussion)
Ichiyou Izawa (Piano and keyboard)
Ukigumo (Lead guitar)

Ex-members:
HZM alias Hiizumi Masayuki (Piano and Keyboard) 2003-2005
Hirama Mikio (Lead Guitar) 2003-2005

Sebagai info awal, band jepang ini adalah bentukan seorang gadis jenius musik yang dulunya sempat lama mendalami musik di london... dia juga sering berurusan dengan musik2 jazz dan musik - musik klasik yang akhirnya menjadi ciri khas dalam band yang dia bentuk itu...

  shiiina ringo adalah namanya.., dia memulai karirnya justru bukan dari band terlebih dahulu, tapi justru dia bersolo karier lebih dahulu..
setelah bersolo karir..., mereka merilis Single pertamanya yang dirilis pada september 2004.


Tokyo Jihen pada awalnya dibentuk sebagai backing band Shiina Ringo untuk mensupport tour konser karir solonya. Shiina menginginkan untuk bekerja sama didalam sebuah band sambil bekerja dalam album solo terakhirnya, "Karuki Zamen Kuri no Hana". Kemudian Shiina Ringo mencari anggota backing band-nya untuk mendukung tour solo "Sugoroku Ekstasi" di musim gugur 2003. Band ini diperkenalkan pertama kali sebagai Tokyo Jihen ketika tour dengan Shiina Ringo. Untuk pertama kalinya Tokyo Jihen menampilkan gitaris Hirama, pianis HZM, drummer Hata, dan Kameda bassis. Para musisi yg ia pilih menjadi inti dari apa yang akan menjadi Tokyo Jihen. Setelah tour, Shiina Ringo mengumumkan bahwa ia akan menghentikan karir solonya untuk bergabung dengan "Tokyo Jihen" sebagai Lead Vocal.

Hal yang membuat saya menyukai Tokyo jihen adalah kecerdasan dalam penggabungan beberapa jenis musik di dalam lagu - lagu mereka.
Penggabungan Rock - Pop - Jazz.
feel yang dirasakan saat mendengarkan lagu mereka sangat - sangat berbeda karena kita bisa merasakan beberapa jenis musik saat memutar lagunya.

Ini ada video Tokyo Jihen - Marunochi Sadistic yang sangat saya sukai lagunya (ngejazz banget) walaupun mau diarransemen seperti apapun, lagunya tetep enak..

Ibu Kita Kartini

Entah kenapa waktu masuk ke kamar mandi jadi teringat Ibu Kartini. Apa gara-gara bulan April saya juga kurang ngerti. Setelah itu jadi teringat waktu masak bareng An-Nisa (departemen rohisnya TI UNDIP) dan dilanjutkan mentoring sama mbak Kikin..

Seumur-umur saya baru tahu kalau ternyata Ibu Kartini adalah seorang muslimah yang khusyuk. Muslimah yang memakai jilbab, ya walaupun saya belum membuktikannya secara langsung karena memang sulit juga mencari-cari info tentang kebenaran beliau yang berjilbab.

Ini saya dapat dari sebuah sumber (facebook: Himpunan Muslim) yang menyatakan bahwa :

"Tahukah Anda siapa RA Kartini? Ternyata dia adalah seorang wanita muslimah yang selalu berjilbab dan taat beragama. Dan tidak pernah sekalipun memperjuangkan emansipasi wanita. Gelarnya sebagai pejuang emansipasi dan kesetaraan gender hanyalah manipulasi dan propaganda kaum salibis untuk menggerus akidah & syariat kaum muslimin di Indonesia."

Banyak juga yang menanyakan kenapa di foto-foto Ibu Kartini tidak memakai jilbab? ada beberapa yang menjawab: "tidak ada yang protes, karena sudah terlanjur ditanamkan sejak kita masih SD sampai dewasa, bahwa RA Kartini tidak berjilbab dan memperjuangkan emansipasi. padahal yang beliau perjuangkan adalah kehormatan wanita menurut Islam."
Hal itu malah mengganjal di benak saya, apa sebenarnya motif penipuan besar-besaran tersebut? Jika memang benar Ibu Kartini berjilbab, mengapa yang tahu pun sama sekali tidak protes?
Saya jadi penasaran dimana ada bukti nyata tersebut? Googling pun belum ada pencerahan sama sekali..
Namun, semua itu tetap ada sisi positifnya. Artikel-artikel tersebut membuat saya cukup takjub karena menemukan banyak cerita tentang kisah hidup beliau yang benar-benar luar biasa dalam memegang teguh agamanya.Muslimah sejati kalau saya bilang.

Saya juga baru mengetahui bahwa ternyata buku karangan Beliau yang berjudul "Habis Telah Terbitlah Terang" merupakan kutipan dari surat Al-Baqarah. Berikut ini adalah kutipan yang saya ambil dari sebuah sumber :
"Salah satu hal yang memberikan kesan mendalam pada beliau adalah ketika membaca tafsir Surat Al Baqarah. Dari situlah tercetus kata-kata beliau dalam bahasa Belanda, Door Duisternis Tot Licht. Ungkapan itu sebenarnya terjemahan bahasa Belanda dari petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala yaitu Minadz Dzulumaati Ilan Nuur yang terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 257. Oleh Armijn Pane, ungkapan itu diterjemahkan dalam bahasa Melayu atau Indonesia sebagai Habis Gelap Terbitlah Terang. Padahal jika berangkat dari petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala tersebut lebih tepat dimaknai sebagai Dari Kegelapan Menuju Cahaya, yang dapat ditafsirkan sebagai ”dari pemikiran yang tak terarah menuju pemikiran yang dilandasi hidayah Iman dan Islam”."


Waw, keren banget kalo saya pikir.. Dan banyak dijelaskan bahwa persepsi emansipasi wanita pada saat ini sudah salah kaprah. Ibu Kartini sebagai istri ketiga dari bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Sebenarnya Ibu Kartini hanya begitu prihatin dengan budaya adat yang mengungkung kebebasan wanita untuk menuntut ilmu. Tidak lebih. 
Kalau saya ambil intisarinya, mungkin Ibu Kartini malah akan sedih jika melihat perkembangan emansipasi perempuan sekarang ini. Perempuan menjadi ingin sejajar kodratnya dengan laki-laki, hanya ingin mengejar prestise semata tanpa memperdulikan keluarga yang akhirnya membuat keluarganya berantakan serta pendidikan anak-anaknya kacau balau. Hal itu malah menjadi hal yang memprihatinkan karena perempuan menjadi keluar dari kodratnya. Meskipun bekerja, namun tanggung jawab untuk merawat keluarga dan memberi pendidikan moral/ akhlaq yang baik untuk anak-anaknya tetap menjadi hal yang nomor 1 dalam hidup seorang perempuan.

Semoga saja keganjalan saya tadi suatu saat bisa terjawab kebenarannya..


Ni buat iseng- iseng aja saya jadi nemu foto Ibu Kartini Berjilbab di Jaman Modern kalo saya bilang,hahahaha:


just intermezo..
xp